Lebaran usai, kembali ke aktivitas biasanya. Tetep Semangat
    Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan

    26 Juni, 2008

    Mimikiri yang Cerdas dari Brenthia Hexaselena

    Lemah tidak membuat ngengat Brenthia Hexaselena patah arang untuk bertahan hidup di lingkungannya sendiri. Di Kosta Rika ngengat ini memiliki keunikan tersendiri. Ia mampu beradaptasi dan melindungi diri dari predatornya layaknya seekor bunglon yang sedang merubah warna tubuhnya sesuai dengan tempatnya berada. Mimikri yang dilakukan oleh ngengat ini merupakan ide cerdas. Ide ini dimanifestasikannya dalam tampilan diri yang sedikit buas. Yaitu meniru postur, tekstur serta warna hewan lain.

    Penyamaran ini dilakukan oleh Brenthia Hexaselena dalam bentuk laba-laba pelompat. Sehingga ketika kupu-kupu malam ini hendak take off sayapnya yang bersisik mengkilap ia terlihat seperti membentuknya membentuk postur laba-laba pelompat. Fenomena ini lebih jelas sekali ketika ia akan terbang mengangkat sayap depannya dengan sudut tertentu dan ketika landing di tanah, daun maupun di pepohanan.

    Tidak saja sukses dengan manipulasi bentuk seperti laba-laba pelompat, ngengat yang hidup di hutan tropis ini juga memiliki perilaku dinilai sangat mirip dengan laba-laba pelompat. Kenyataan ini diungkapkan oleh Jadranka Rota, mahasiswa biologi di Universitas Connecticut, AS, saat ia melihat hewan yang aktif di malam hari ini melakukan hal yang demikian. “Hal tersebut umumnya menyelamatkan hidupnya,” ujar Rota dalam jurnal online terbuka Public Library of Science (PLoS) ONE.

    Keuntungan yang diraih oleh Brenthia hexaselena ini adalah ia dapat terbang dan melompat meskipun predatornya bersiap akan memangsa, karena dilihat dari dekat persis sama dengan laba-laba pelompat.

    Untuk membuktikan bahwa ngengat ini benar-benar mimikri. Rota melakukan eksperimen pada laba-laba pelompat. Ia menghadapkan laba-laba pelompat pada dua jenis ngengat yaitu tiruan ngengat Brenthia Hexaselena yang tengah menirukan bentuk laba-laba pelompat dan ngengat yang biasa. Alhasil laba-laba pelompat terlebih dahulu memangsa ngengat yang biasa dari pada Brenthia Hexaselena. Melihat kenyataan yang terjadi Brenthia Hexaselena para peneliti berkesimpulan bahwa laba-laba pelompat berperan penting dalam mendorong seleksi dengan membentuk evolusi serangga tersebut. (National Geographic, Rahmadanil/ SMA Semen Padang)Terbit di P'mails Edisi 75, Tahun II, 25 Februari - 3 Maret 2007.

    14 Januari, 2007

    Kepiting Bule

    Kini ada sesuatu yang dalam keluarga crustacea. Sesuatu yang baru itu adalah ditemukannya hewan yang mirip dengan kepiting. Hewan yang baru ini ditemukan di Lautan Pasifik oleh para nelayan. Bentuk hewan sangat unik dan sangat berbeda dengan kepiting. Capinya lebih panjang dari capit kepiting biasa. Tidak itu saja, seluruh tubuhnya dibaluti oleh warna pirang dan diberi nama oleh para peniliti Prancis Kiwa hirsuta. Kiwa hirsuta terlihat seperti bule. Kepiting bule ini memiliki panjang sekitar 15 centimeter atau sebesar piring salad.

    Pada bagian tubuhnya terdapat daya tarik tersendiri, seperi pada kakinya yang ditumbuhi bulu yang pirang. Dan capitnya juga ditumbuhi oleh bulu yang sedikit lebih lebat dari bulu kakinya dengan badang agak berwarna putih. Semua bulu halus yang berwarna pirang ini ternyata sangat lembut .

    Kepiting yang dikatakan aneh ini ditemukan pada kedalaman 2.298 meter di sebuah wilayah sekitar 1.440 kilometer sebelah selatan Pulau Easter tahun lalu. Para peniliti dari Prancis memutuskan untuk memasukkan hewan ini kedalam keluarga dan genus yang baru. Temuan crustacea baru itu dijelaskan dalam journal Museum Sejarah Alam Nasional Paris edisi Selasa (7/3). Kepiting berbulu ini berwarna putih dan panjangnya sekitar 15 centimeter atau sebesar piring salad. Keunikan inilah yang menjadikan Kiwa hirsuta terkenal dengan bulu dicapitnya sekaligus membuat para peneliti heran. (AP, Rahmadanil, SMA Semen Padang)

    13 Januari, 2007

    Condylura cristata, Pengendus Dalam Air

    Tikus, mamalia ini ternyata memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak terkira. Setelah sukses dengan kemampuannya untuk menemukan ranjau darat. Kali ini tikus bikin sensasi yang membuat para ilmua terkesima. Kemampuan tikus memang patut acungi jempol. Tikus mondok berhidung bintang (Condylura cristata) mampu mecium bau di dalam air Kemampuan untuk mencium bau di dalam air, menggeser posisi Lobster yang memiliki kemampuan seperti ini. Sungut yang mampu menangkap molekul-molekul bau di dalam air merupakan andalan Lobster.

    Tikus mondok berhidung bintang merupakan satu-satunya mamalia yang pertama kali mampu mencium bau di dalam air. Neurobiolog dari Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, AS memaparkan, sangat mustahil sekali bagi golongan mamalia untuk mencium bau di dalam air. Khususnya mamalia yang habitatnya di darat.

    Untuk membuktikan kebenaran ini, para neorobiolog langsung melakukan eksperimen. Mereka memasang kamera video yang dipasang pad dasar akuarium. Tikus mondok berhidung bintang ini diberi makan cacing. Maka terlihatlah bagaimana tikus mondok ini membaui makanannya. Untuk membaui cacing tersebut Condylura cristata mengeluarkan gelembung udara dari kedua lubang hidungnya. Gelembung udara yang dikeluarkan dihirup kembali. Ini dilakukan sebanyak sepuluh kali per detik. Hal initerus dilakukan hingga gelembung tersebut mendekati mangsa. Gelembung udara yang dikeluarkan guna menarik molekul-molekul bau dari sumber. Hasilnya menunjukkan 75-100 % kebenaran mamalia darat ini mampu mencium bau di zona yang belum pernah dilakukan oleh mamalia darat lainnya. (Nature, Rahmadanil, SMA Semen Padang)

    "Roda Raksasa" Penghambat Reproduksi Badak

    Badak tidak saja endemik di Indonesia, tetapi juga endemik di Berli. Mamalia bercula ini sangat disayangi. Siapa yang mengusik hewan ini akan mendapat masalah yang serius. Memang benar, mencuatnya masalah badak ini karena adanya rencana pembangunan menara yang berbentuk roda dengan ukuran raksasa, diprotes keras oleh salah satu organisasi penyayang. Spekulasi yang meluncur dari kelompok ini karena rencana pembangun sebuah menara yang merupakan monumen, akan tetapi menjadi stagnasi terhadap reproduksi badak.

    Dana yang akan dikucurkan untuk pembangunan monumen roda raksasa ini sebanyak 120 juta euro. Tak tanggung-tanggung monumen roda setinggi 175 meter dijadikan sebagai penarik para wisatawan yang datang ke Berlin dan akan direalisasikan pada 2008. Selain itu monumen setinggi 175 meter dibuat untuk menaklukan monumen observasi the London Eye yang dianggap sebagai monumen yang paling tinggi di dunia dengan tinggi mencapai 135 meter. Namun, para investor harus rela modal yang akan ditanam kembali disakukan.

    Kelompok penyayang hewan langka menuturkan bahwa pendaran sinar yang dipancarkan dari menara ini akan mengganggu reproduksi badak. Kelompok ini juga mengklaim bahwa keseharian hewan bertubuh tambun ini akan terganggu dengan adanya "Roda Raksasa". Betapa tidak, kelompok penyayang hewan ini sangat cemas sekali karena hewan ini sangat lamban dalam bereproduksi. Tidak itu saja, pembangunan monumen yang berbentuk roda ini diklaim menghambat konservasi hewan langka. Selain itu, terealisasi rencana pembangunan ini, sama dengan mempercepat kepunahan Rhinoceros. (Internet, Rahmadanil, SMA Semen Padang)

    14 Desember, 2006

    "Kacang Merah" Pembentuk Urine

    Adik-adik sahabat ceria, di dalam tubuh kita ada yang disebut dengan sistem gerak, sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi dan sistem ekskresi. Semu itu merupakan salah satu ciri-ciri dari makhluk hidup. Sistem gerak meliputi bentuk tulang, ukuran tubuh kita. Ruang lingkup sistem sirkulasi itu adalah peredaran darah yang lengkap dengan alat pengatur yang paling penting yaitu jantung. Selanjutnya sistem pencernaan berkaitan erat dengan pengolahan makanan mulai dari mulut hingga produknya feses. Sedangkan sistem respirasi itu berhubungan dengan pernapasan manusia dan sistem ekskresi berkenaan dengan pengeluaran zat dari tubuh manusia seperti keringan, urine.

    Dalam proses ekskresi melibatkan organ tubuh yang merupakan motor penggerak terjadinya proses ini. Dalam sistem ekskresi organ-organ yang penting adalah kulit, ginjal, paru-paru, dan hati. Dan yang paling penting dalam pembentukan urine adalah ginjal. Setiap manusia normal memiliki sepasang ginjal yang terletak di ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang. Jika diilustrasikan, ginjal itu berbentuk kacang merah. Bobot ginjal yang normal adalah 150 gr dengan panjang 10 cm dan ketebalan 3 cm. Dan bagaimana dengan anatomi ginjal lainnya? Anatomi ginjal yang lainnya jika dilihat dari luar ke dalam. Secara garis besar, bagian dari ginjal itu ada yang disebut dengan ureter yang merupakan saluran dari ginjal yang harus dilewati oleh urine menuju vesika urinaria (kantung kemih) yang merupakan tempat penampuang urine sementara sebelum dibuang lewat uretra.

    Anatomi ginjal dari luar ada yang namanya korteks yang merupakan kulit bagian luar ginjal. Bagian yang berada di dalam atau setelah ginjal disebut dengan medula. Medula tersusun atas 1,25 juta nefron yang merupakan unit struktural dan fungsional terkecil pada ginjal. Satu nefron saja memiliki unit struktural yang terdiri dari badan Malpighi. Di dalam badan Malpighi terdapat pembuluh darah kapiler (glomerulus) dan kapsula Bowman. Kesemua unit ini sangat berperan penting dalam pembentuk urine. Pada neufron juga terdapat tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, dan kontortus distal.

    Nah, adik-adik mari kita selidiki bagaimana terbentuk urine di dalam ginjal? Dalam proses pembentuk urine, proses pertama yang berlangsung adalah filtrasi. Proses ini terjadi di dalam nefron tepat di glomerulus. Dalm setiap kali pembetukan urine, darah yang masuk ke glomerulus akan disaring.Volumenya hanya sebanyak 1,2 liter. Hasil filtrasi dari glomerulus disebut dengan filtrat glomerulus atau urine primer. Urine primer akan menerukan perjalanannya menuju simpai Bowman.

    Dalam sehari kita tentunya kita akan mengkonsumsi air hingga batas yang ditentukan adalah 8 liter. Namun, urine primer yang dihasilkan rata-rata sebanyak 18 liter atau 125 ml. Filtrat glomerulus memasuki tubulus kontortus proksimal. Tempat ini merupakan terjadinya reabsorpsi urine primer dari simpai Bowman. Reabsorpsi merupakan proses penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh dari urine primer. Zat-zat yang reabsorpsi kembali adalah vitamin, glukosa, dan air serta asam amino. Lebih kurang 80 % air kembali diserap dan lainnya juga diserap. Zat-zat yang diserap kembali ini akan masuk ke pembuluh darah kapiler di dinding tubulus dengan cara difusi atau transpor aktif. Filtrat dari reabsorpsi ini disebut dengan urine sekuder atau filtrat tubulus.

    Urine sekuder akan menuju lengkung Henle. Pada lengkung Henle desende (turun) sedangkan lengkung Henle asenden yang naik disebut dengan lengkung Henle asenden. Di lengkung Henle ternyata reabsorpsi terjadi lagi. Dimana ion natrium dan klor kembali diserap pada Henle asenden. Urine sekunder akan meneruskan perjalanannya masuk ke tempat berikutnya yaitu tubulus kontortus distal dimana terjadi lagi reabsorpsi ion natrium, kalsium dan air yang dikoordinator oleh Antideuretic Hormone atau ADH (hormon antiodeurik). ADH dapat menyerap air 9 liter perhari. Reabsorpsi pada tubulus kontortus distal dinamakan reabsorpsi fakultatif.

    Tempat yang harus dilalui juga oleh urine sekunder adalah Duktus Kolektivus yang merupakan tempat terakhir terbentuknya urine. Pada Duktus Kolektivus terjadi proses Augmentasi yang merupakan sekresi zat-zat berupa senyawa racun (toksik), obat-obatan, dan amonia. Di tempat ini juga masih berlangsung reabsorpsi ion natrium dan air yang didalangi oleh hormon Aldosteron dan ADH.Urine hasil dari Augmentasi Duktus Kolektivus yang disebut dengan urine sebenarnya atau air seni.

    Urine sebenarnya yang berasal dari Duktus Kolektivus akan disalurkan ke Pelvi Renalis. Seluruh Duktus Kolektivus yang ada pada Medula akan bermuara ke Pelvis Renalis. Urine yang berada pada Pelvis Renalis akan dialurkan lagi ke ureter yang bermuara ke Vesika Urinaria (kantung kemih). Kapasitas Vesika Urinari sendiri hany 300cc. Jika lebih dari itu tekanan di dalam Vesika Urinaria akan semakin besar yang menyebakan terjadi kelebihan daya tampun pada Vesika Urinaria. Sehingga kita mengalami hasrat untuk ingin buang air kecil.

    Urine yang dikeluarkan intensitasnya berbeda-beda setiap orang. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah temperatur lingkungan dan tubuh, komsumsi gula, garam, kondisi ADH dan banyaknya meminum air. (Rahmadanil/ SMA Semen Padang, berbagai sumber, diterbitkan di Padang Ekspres Minggu halaman ceria)

    09 Desember, 2006

    Cabe Kok Pedas?

    Ada orang yang makan pake kecap ataupun sambelnya malah dikasih gula. Katanya kalo makan pake cabe itu pedas. Cabe itu bikin sakit perut, dan bisa-bisa bikin mencret. Itu kalo dikonsumsi secara berlebihan. Tapi ada juga lho, orang yang gak bisa makan tanpa cabe. Ya, makan jadi gak enak gitu. Saking doyannya sama cabe, nasinya merah diselimuti cabe. Tapi anehnya lagi perutnya malah gak sakit dan tenang-tenang aja.

    Dalam ilmu biologi, memiliki nama ilmiah cabe Capsicum. Secara lengkapnya cabe termasuk kedalam kerajaan (kingdom) plantae, divisi magnoliophyta, simpelnya lagi cabe termasuk kedalam spesies Annuum. Cabe atau cabai yang kita makan sehari-hari ini ternyata berasal dari daerah Amerika Selatan. Dan sebagian besar spesies cabe terdapat disana. Cabe dapat hidup di daerah beriklim tropis, subtropis, atau kontinental, maka persebarannya semakin meluas.

    Meskipun rasa cabe memang pedas, namun cabe sangat penting juga. Karena cabe mengadung vitamin dan mineral. Nah, mengapa rasa cabe itu pedas? Tentunya ada yang membuat cabe itu pedas. Zat yang membuat rasa cabe itu pedas dinamakan capsaicin (capsaicin oil). Capsaicin bersifat seperti minyak, dan ‘membakar’ sel-sel pengecap di lidah saat kita makan cabe, nah itulah yang dinamakan rasa pedas. Rasa pedas yang tertinggi terdapat pada ‘urat’ putih tempat melekatnya biji. karena pada urat itulah karena di situlah Capsaicin di hasilkan. Bagimana membuat rasa pedas itu hilang? salah satu caranya yaitu dengan membuang biji cabe. Biji juga menghasilkan Capsaicin yang konsentrasinya tinggi.

    Rasa pedas juga memiliki satuannya. Satuannya ini disebut Scoville yang dikembangkan oleh Wilbur Scoville pada tahun 1912. Dalam menetukan satuan ini melakukan percobaan. Percobaannya ini dilakukan dengan melarutkan bubuk cabe murni kedalam larutan air dan gula, dan diukur dengan panel khusus sambil dikurangi konsentrasinya. Dan kadar bubuk cabe murni yang larut sampai tidak ada rasa pedas lagi akan menjadi angka hasil pengukuran. Tingkat kepedasan cabe berkisar dari 0-300,000 Scoville.

    Dalam penggolongan cabe, cabe dapat dikelompokkan menjadi cabe manis, (sweet), agak pedas (mild), pedas sedang (medium), pedas (hot), dan sangat pedas (very hot). Cabe manis kepedasannya berkisar di skala 0-1000 dalam satuan Scoville, contohnya yang biasa kita sebut paprika (cabe gendut yang biasa ada di salad). Nama-nama asing lainnya seperti Pimentos, Rellenos, dan Sweet Banana peppers juga masuk dalam kelompok ini. Skala 1000-3000 digolongkan ke tingkat agak pedas. Cabe yang kita makan itu termasuk ke dalam kelompok pedas sedang, dengan skala 3000-6000 satuan Scoville. Di kelompok ini juga ada cabe yang sangat terkenal di Meksiko, yaitu Jalapeno. Lalu di tingkat pedas, di skala 6000-50,000 satuan Scoville, kita bisa menemui si kecil yang biasa menemani pas makan tahu isi, tempe mendoan, atau dipake di acar, yaitu yang kita kenal dengan nama cabe rawit. Tapi ini tidak mutlak, soalnya tidak pasti setiap cabe rawit yang dipakai itu sama spesiesnya. Tabasco bukan merk) juga sekelompok dengan cabe rawit. Dan yg terakhir, yaitu skala 50,000-300,000 satuan Scoville atau tingkat sangat pedas, buat kita yang asalnya dari daerah Asia Tenggara.

    Cara lain untuk menghilangkan rasa pedasnya cabe. Dengan memakan dan meminum susu sesuatu yang mengandung susu seperti keju, es krim (bukan es sirup), dan butter rasa pedas yang membakar lidah kita akan sedikit berkurang. Karena makanan atau minuman yang terbuat dari susu (kasein) mampu melepaskan ikatan antara capsaicin dengan sel-sel pengecap dalam mulut. Tapi jangan sekali melakukan tindakaan yang bodoh di saat kepedasan. Seperti jangan meminum soft drink.Karena minuman yang seperti ini akan menambah rasa kebakar di lidah kita sendiri.

    Selain mengandung vitamin cabe juga sangat dibutuhkan tubuh. Salah satunya cabe dapat membunuh bakteri merugikan dalam pencernaan. Nah, buat adik-adik yang takut makan cabe, sekarang mulailah untuk memakan cabe. karena cabe itu penting juga lho. Tapi jangan terlalu banyak mengkonsumsi cabe, efek sampingnya akan merangsang aliaran darah bergerak cepat dan melonggarkan penyumbatan lendir pada hidung dan tenggorokan. Dan inilah yang menyebakan kalau kita banyak mengkonsumsi cabe hidung kita jadi mengelurkan cairan atau lendir. ( Rahmadanil/ SMA Semen Padang, berbagai sumber)
     
    Anda pengunjung ke:
    Free Hit Counter
    HTML Hit Counters



    Free chat widget @ ShoutMix

    GOVERMENT LINKS



    Go.Blognya Den Daniel | Catatan Harian, Cuap-Cuap, dan Berbagi Cerita di sini Copyright © 2010 All Rights Reserved